Tuesday, June 16, 2015

Kelas Gamelan #2

Inilah lagu yang saya baru belajar main di kelas Gamelan tadi. Suara gamelan bisa didengar dalam rekaman. Judul lagu ini "Ojo dipleroki". Kalau dalam Bahasa Indonesia artinya adalah: "Jangan dilirik!" Kelihatannya lagu ini adalah peringatan kepada perayu! 



Saya juga ada rekaman dari kelas gamelan tadi. Tapi kalau Anda mendengarkan rekamannya, bisa menghitung persis berapa kali saya salah main selama kelas itu. Lebih baik kalau saya tidak menyiksa Anda dengan tugas ini ya! 

Friday, June 12, 2015

Alun-Alun Kidul (Alun-Alun Selatan) - Malam


Tadi ke Alun-Alun Selatan, yang terletak di dekat Keraton, dengan Nicholas dan Josh (Nicholas teman saya dari Singapura dan Josh teman dia dari Hong Kong). Kalau pergi ke Alun-Alun pada hari siang atau sore, mungkin jalan di sini tenang, Tapi saat malam, jalan di sini menjadi taman hiburan mini dipenuhi cahaya terang dan suara keras. 

Penasaran? Inilah alasannya:



Odong-odong yang punya lampu berkedip-kedip dan juga dilengkapi layar TV kecil supaya Anda bisa mengayuh sambil menyanyi karaoke! Suara dari setiap ondong memakkan telinga dan terdengar di seluruh Alun-Alun Selatan! 


Ongkos: RP 30,000 untuk berkeliling di Alun-Alun satu kali. Satu ondong bisa naik hingga 6 orang! Setelah itu, jangan lupa mencoba wedang ronde yang dijual di pinggir jalan.

Thursday, June 11, 2015

Lepaskanlah beban pikiranmu, dengarkan hatimu

Nyanyi karoke dengan guru-guru di Happy Puppy.

Inilah lagu kesukaanku terbaru :)


Membatik



Tatangan yang saya berikan saya sendiri adalah membuat karya yang bercorak "mega mendung". Saya mencari suatu contoh corak itu dari Internet: 



Pertama-tama, saya harus menggambar motif di atas kain mori dengan pensil. Di sebelah kanan foto di bawah, alat-alat dan bahan untuk membantik bisa dilihat, yaitu canting dan malam yang harus dipanaskan.  


Motif yang sudah saya gambar lalu ditutupkan dengan malam, dengan menggunakan canting. Canting itu mirip pipa yang kecil, kan?

Kain batik dimasukkan di baskom yang sudah berisi pewarna kain. 


Sesudah kain batik dijemur, saya harus melapisi kain lagi dengan malam, karena saya mau mendapat gradien warna melalui tiga warna biru. Jadi, waktu yang diperlukan untuk membuat satu karya batik tergantung berapa warna yang diinginkan menggunakan.   




Dimasukkan dan dijemur lagi: 


Pria yang di sebelah kiri Mas Hari, guru Batik, dan di sebelah kanan, Ratri, guru dari Lembaga Bahasa. Sambil menunggu kain dikering, kami nongkrong dan makan siang :P


Akhirnya, karya batik diselesaikan: 

Wednesday, June 10, 2015

Gado-gado

Saya diajak makan siang dengan guru-guru LB di sebuah restoran di dekat kampus, namanya Bu Bagyo (Lotek dan Gado-Gado) - tak heran kalau daya pilih makan gado-gado kan? Saya juga memesan es jeruk. 



Harganya: gado-gado Rp 13000, es jeruk Rp 3000. 

Tuesday, June 9, 2015

Museum Benteng Vredeburg + Indische

In the afternoon I headed to the Museum Benteng Vredeburg. It's a history museum which tells the story of Indonesia's road to independence. Yogyakarta, as the onetime capital, figures prominently in the narrative. 



The story is presented through 40 or so dioramas spread across 3 rooms. The English translations on the information panels are fairly accurate. But the fun stuff, like the interactive screens and videos, are entirely in Indonesian. The diorama below describes the decision to move the capital of Indonesia to Jogja on 4 Jan 1946. 


An entry ticket costs just Rp 2000 and the museum is conveniently located at the southern tip of Jl. Maliboro. Definitely worth a visit if you're in the area. (It's also a couple hundred meters away from Sonobudoyo, which is mentioned in a previous post)

There's also a cafe in the museum called Indische Coffee: 


Keep learning new words about coffee! This is kopi tubruk. That's a name for the method of preparing coffee which is popular in Jawa and Bali. It involves boiling the coarsely ground coffee beans with water (and possibly also sugar). This gives you a thick layer of sediment at the bottom of the cup. 

Jamu

Hari ini,untuk kelas budaya, saya belajar bagaimana cara membuat Jamu. Jamu adalah sejenis obat tradisional dari Indonesia. Rupanya jamu hanya bisa ditemukan di Jawa, tidak di wilayah lain. 

Sebelum menghadiri kelas Jamu, saya diberikan crash course terhadap Jamu oleh Tiara, guru saya di LB (Lembaga Bahasa Indonesia). Sebagai obat tradisional, tentunya ada cara pembuatan Jamu yang tradisional dan khusus, tapi sekarang Jamu juga disediakan dalam bentuk bubuk. Kemasan bermacam-macam: 


Pada kelas kebudayan, saya belajar cara pembuatan beras kencur (bungkus berwarna hijau) dan kunyit asam (bungkus berwarna jeruk maaf ya bungkusnya ditutupi kertas). Seperti yang bisa dilihat dari kemasan-kemasan Jamu di atas, ada banyk manfaat kesehatan kalau minum Jamu. Contohnya, beras kencur bisa meredekan nyeri otot dan mengobati masuk angin. Kunyit asam bisa menyebabkan warna kulit menjadi lebih cerah dan bersih. 

Saya diantar 2 guru dari LB (Vena dan Frisca) ke rumah Ibu yang mengajar proses membuat Jamu.(Saya tidak tahu bagaimana mengeja mengeja dengan tepat nama Ibu itu jadi saya akan menybut dia "Ibu"). Bahan-bahan untuk membuat Jamu: untuk beras kencur, bahannya adalah.... beras dan kencur. Dan sebuah jeruk nipis. 

Langkah-langkah untuk membuat beras kencur: (kalau kunyit asam hampir sama) 

1. Menumbuk beras dan kencur di dalam lumpang. 




2. Menghaluskan campuran sampai rata. Waktu selesai, kelihatan seperti ini:



3. Menambah jeruk nipis dan air yang sudah tercampur gula (minuman yang berwarna coklat di foto sebebelumnya).

4. Menyaring!





5. Menikmati :) 




Biasanya rasa Jamu pahit tapi karena sudah tercampur gula, rasanya manis dan enak banget! (Lebih baik kalau Jamu berpasangan dengan makanan kecil seperti bakpia. Untunglah, di sebelah rumah Ibu ada toko yang membuat bakpia. 


Masih hangat lho! 

(Peringatan: waktu menyaring, harus memakai tangan, jadi tangan yang dipakai akan berwarna kuning. Tangan kanan saya sampai sekarang masih kuning! Menurut Ibunya, mungkin perlu 2-3 hari sebelum warna kucing akan hilang) 

Kelas Jamu ini adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Semoga murid-murid yang ikut BIIP di masa depan akan pilih kegiatan itu juga!